Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin melalui Sub. Koordinator Kelembagaan Kepahlawanan dan Restorasi Sosial menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kemampuan Sumber Daya Manusia di Ruang Rapat Lt. II Dinas Sosial Kabupaten Kutai Barat, Kamis (28/07/2022).
Narasumber pada kegiatan ini adalah Kasi Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana Sapri, SKM.,M.Kes dari Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Kegiatan ini dilaksanakan untuk terwujudnya sinergitas antar berbagai elemen masyarakat khususnya dalam mencegah dan mengurangi terjadinya permasalahan didalam keluarga. Tersampaikannya informasi tentang pentingnya optimalisasi pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan bagi keluarga. Terwujudnya pencegahan dan penurunan angka stunting di Kabupaten Kutai Barat.
Pelaksanaan kegiatan ini secara khusus bertujuan untuk mencegah terjadinya kenaikan jumlah angka stunting di Kabupaten Kutai Barat.
Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. Anak yang mengalami stunting akan terlihat pada saat menginjak usia 2 tahun. Stunting pada anak akan sangat berdampak buruk hingga dewasa. Tidak hanya terganggu pertumbuhan fisiknya (bertubuh pendek/kerdil) saja, melainkan juga terganggu perkembangan otaknya, dan akan mempengaruhi kemampuan dan prestasi di sekolah, produktivitas dan kreativitas di usia-usia produktif.
Melalui kesempatan ini, narasumber menyampaikan tentang pentingnya Pola Asuh 1000 Hari Pertama Kehidupan. Waktu terbaik mencegah stunting adalah sejak dalam kandungan hingga anak berusia 2 tahun. Hal yang harus dilakukan keluarga pada masa 1000 Hari Pertama Kehidupan adalah pengasuhan fase hamil, pengasuhan pada kelompok anak 0-6 bulan, dan pengasuhan pada kelompok anak 7-24 bulan. Hal tersebut bermanfaat bagi orangtua untuk memantau tumbuh kembang anak bila terjadi gangguan pertumbuhan, gangguan perkembangan dan gangguan emosional anak.
Peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Tingkat Kelurahan/Kampung berjumlah 15 orang. Melalui kegiatan ini diharapkan peserta dapat menjadi perpanjangan informasi bagi orangtua yang ada di Kelurahan/Kampung untuk memahami tentang pentingnya Pola Asuh 1000 Hari Pertama Kehidupan serta berperan aktif dalam membantu pencegahan stunting pada anak dan mengurangi angka stunting yang ada di Kabupaten Kutai Barat.